Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Sumur Warga Tercemar, Tim Wash PMI Kuras Sumur

Pasca Tsunami Lampung Selatan, memasuki tanggap darurat II, Tim WASH (Water and Sanitation Hygiene) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lampung Selatan melakukan pengurasan sumur yang terdampak tsunami.
 
Sebab akibat Tsunami sumur warga seperti di Dusun Labuan Desa Suak Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan tercemar dan berubah rasa menjadi payau.
 

Banten - Tsunami Lampung: Bank China di Jakarta Donasi Rp 200 juta

Jakarta, 7 Januari 2019 - Bencana tsunami kembali melanda. Kali ini wilayah Pandeglang, Banten hingga Lampung, Sumatra Selatan tersapu oleh gelombang paling dahsyat. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tsunami itu terjadi pada Sabtu (22/12/2018) pukul 9.30 p.m. WIB disebabkan oleh air pasang dan tanah longsor akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Hingga 31 Desember 2018, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa 437 orang meninggal, 14,059 terluka, dan 16 orang hilang dan 33,719 orang mengungsi. Bahkan ada binatang yang terdampar seperti kura-kura raksasa akibat bencana ini.

Kunjungi Warga Terdampak, GK Perhatikan Kebutuhan Warga

Pelaksana harian (Plh) Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Ginandjar Kartasasmita mengunjungi lokasi terdampak tsunami di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang Banten, Sabtu (5/1/2019).
 
Kunjungan itu untuk melihat keadaan lokasi terdampak bencana dan mengunjungi para korban,  sekaligus melihat pelayanan PMI yang dilakukan selama operasi tanggap darurat di Banten.
 
“Saya ingin berjumpa langsung dengan masyarakat yang kehilangan rumah dan keluarga mereka akibat gelombang tsunami sekaligus ingin melihat pelayanan-pelayanan PMI untuk para korban di lokasi terdampak tsunami,” kata Ginandjar Kartasasmita.
 

Tetap Mengingat Pencipta Meski Bencana Melanda

Kurniah, yang tidak lain ibu dari Pasutri Sukia dan Surnawati tetap percaya akan kuasa Tuhan, diatas bumi yang dahulu menjadi tempatnya bersenda gurau ia panjatkan doa pada yang kuasa. Beralaskan sajadah dan balutan kusam mukenah yang ia kenakan Kurniah masih tetap bersujud.
 
Musibah Tsunami yang menerjang ribuan jiwa di Provinsi Banten dan Lampung membuat kepedihan mendalam bagi warga Indonesia khususnya Banten dan Lampung, bagaimana tidak terjangan air di perairan Sunda itu meluluhlantahkan ratusan rumah warga.
 
Tak terkecuali rumah sederhana milik Pasutri Sukia dan Surnawati, bangunan semi permanen yang telah dibangun puluhan tahun ini rata dengan tanah. Lokasi yang tepat berada di pesisir pantai membuat rumah Sukia dan beberapa semua rumah yang ada di sekitar hancur diterjang ombak.
 

Masyarakat Masih Bersiaga 6 Hari Setelah Tsunami

Disadur dari tulisan Rosemarie North/IFRC
 
Sekitar satu kilometer dari laut di daerah Anyer Banten terdapat jalan menanjak berbatu yang curam. Disanalah Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Serang Banten berada. Sejak tsunami yang mematikan melanda wilayah Banten sekitar pukul 21:30 pada Sabtu malam 22 Desember lalu, populasi desa tersebut membengkak oleh sekitar 1.300 orang. Mereka adalah masyarakat dari Kampung Sirih yang mengungsi setelah bencana tsunami melanda pemukiman mereka. 
 
Sebuah bangunan besar dengan kubah putih besar terlihat di tengah desa. Bangunan tersebut adalah Masjid Al-Jid. Dikarenakan pembangunannya belum selesai, masjid tersebut tidak berpintu juga tidak berjendela. Namun demikian, bangunan tersebut menjadi lokasi pengungsian sekitar 300 orang kebanyakan perempuan dan anak-anak.  
 
Ani (28 tahun) mengenang bagaimana ia tiba di tempat perlindungan yang damai itu.
 

PMI Terus Bantu Warga Terdampak Tsunami di Banten dan Lampung

Upaya untuk membantu korban Tsunami yang melanda wilayah  Banten dan Lampung pada (22/12) masih terus dilakukan PMI. 
 
Di wilayah Banten, terutama di Desa Kertajaya, Kec. Sumur, Kab. Pandeglang, 10 orang tim PMI bergabung dengan tim SAR gabungan di Desa Kertajaya, Kec. Sumur, Kab.Pandeglang. 
 
Menurut Aib, Korlap PMI di wilayah Kec. Sumur menjelaskan, "sebelumnya  tim PMI melakukan  pencarian sejak  setelah Tsunami terutama di Hotel Beach Club dan Tanjung  Lesung Beach  Resort. Pencarian korban di fokuskan di bawah reruntuhan bangunan atau hotel sepanjang bibir pantai dan laut." Jelasnya.
 

Korban Terdampak Tsunami di Banten Butuh Bantuan Logistik

Kepala Sub Tanggap Darurat Palang Merah Indonesia ( PMI) Ridwan Sobri Carman mengungkapkan, warga yang terdampak bencana tsunami di Banten membutuhkan sejumlah bantuan logistik. 

Ridwan menuturkan, yang dibutuhkan korban antara lain selimut, terpal, makanan, air minum, air bersih, perlengkapan kebersihan, dan perlengkapan bayi. 
 
"Saya rasa Banten iya masih membutuhkan bantuan, kita bawa apapun yang ada, artinya sambil menolong mereka, sambil kita penuhi kebutuhan dasarnya," kata Ridwan, Senin (24/12/2018). 
 

PMI Kembali Buka Situs Pendaftaran Orang Hilang

Palang Merah Indonesia (PMI) membuka situs permintaan pencarian orang hilang dan orang yang telah melaporkan bahwa mereka selamat dari bencana alam tsunami di Banten dan Lampung, Minggu 23 Desember 2018. Sebelumnya, PMI juga telah membuka situs pencarian orang pada saat bencana di Sulawesi Tengah lalu.

Warga yang ingin mendaftarkan orang hilang atau melaporkan diri bahwa selamat dari bencana bisa mendaftar ke situs https://familylinks.icrc.org/lampung-banten

Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

122058