Menu

 

A Member Of 

Usai Pembibitan, PMI Siap Menanam 225.000 Mangrove Di Kabupaten Aceh Jaya Featured

Adik-adik PMR juga membantu menanam 225.000 mangrove di Kabupaten Aceh Jaya Adik-adik PMR juga membantu menanam 225.000 mangrove di Kabupaten Aceh Jaya

Aceh Jaya – Sebagai wilayah yang sebagian besarnya pernah dihancurkan oleh tsunami pada 26 Desember 2004, Aceh Jaya telah kehilangan banyak hutan pantai akibat bencana tersebut. Bangkit dari bencana tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan  program mitigasi terpadu di Kabupaten Aceh Jaya. Salah satunya dengan kegiatan penanaman kembali hutan pantai di pesisir Aceh Jaya. Secara simbolis penanaman mangrove dilakukan oleh Pengurus PMI Pusat, PMI Provinsi Aceh, PMI Kab. Aceh Jaya, serta Relawan PMI dan anggota SIBAT (siaga bencana berbasis masyarakat) di desa Ceunamprong pada Senin (9/1). Simbolis ini sebagai awal dimulainya program penanaman mangrove hasil pembibitan relawan dan sibat di Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari program PERTAMA (Pengurangan Resiko Terpadu Berbasis Masyarakat) tahap II dukungan dana dari Palang Merah Amerika dan USAID. Program yang berjalan mulai Januari 2016 hingga Desember 2017 ini diantaranya, Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pembentukan Komite dan SIBAT, berbagai kegiatan pelatihan, pemetaan desa, HVCA, Kampanye Penyadaran Resiko Bencana (PRB) di masyarakat, pembuatan Peraturan Desa (PERDES) dan mitigasi skala kecil, serta penguatan hutan pantai melalui kegiatan penanaman mangrove dan cemara.

Dalam proses penguatan kembali hutan pantai ini, PMI melibatkan pakar dari Institut Pertanian Bogor. Proses pembibitan dilakukan langsung di daerah tanam agar angka pertumbuhan mangrove dapat tinggi. Selain itu proses pembibitan dan penanaman melibatkan langsung masyarakat sebagai penerima mamfaat dari tumbuhnya ekosistem pantai di daerah tersebut.

Sebelumnya PMI telah melakukan pembibitan di 5 desa binaan PMI yaitu desa Lhok Geulumpang, Meunasah Kulam, Krueng No, Ceunamprong, dan Krung Tunong. Jenis-jenis tanaman mangrove yang dibibitkan diantaranya Rizhopora Apiculata, Rizhopora Murcronata, Avicenia dan Cemara.

Untuk masing-masing desa jenis dan ragam mangrove sesuai dengan kondisi daerah tumbuh melalui rekomendasi hasil survey ahli dari IPB. Jumlah penanaman untuk Desa Lhok Geulumpang mangrove yang dibibitkan berjumlah 10.000 batang dan cemara 3.000 batang, Desa Meunasah Kulam 65.000 batang mangrove, Desa Krueng Noe 35.000 batang mangrove dan 1.000 batang cemara, Desa Ceunamprong 50.000 batang mangrove dan 1.000 batang cemara, Desa Krueng Tunong 65.000 batang mangrove dan 1.000 batang cemara. Total bibit siap tanam pada program PERTAMA tahap II ini berjumlah 225.000 batang mangrove dan 6.000 batang cemara.

Pada Program PERTAMA tahap I PMI telah menanam 109.670 batang mangrove jenis Rizhophora, Carioptagal, Brueguera, Avicenia dan 7.562 batang vegetasi pantai seperti cemara, ketapang, dan pandan, serta tanaman produktif kelapa sejumlah 6.119 batang.

“Banyak mamfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan pengelolaan yang baik dari tumbuhnya hutan mangrove. Kedepan jika tumbuh besar, bisa menjadi objek wisata. Jika ditambah nilai edukasi didalam pengelolaannya, maka daerah wisata ini bisa ditingkatkan menjadi daerah ekowisata” demikian ungkap Bapak Teuku Ardiansyah Pengurus PMI Provinsi Aceh yang ikut melakukan penanaman.

“Perkembangan pengetahuan tentang arti pentingnya hutan mangrove oleh masyarakat di apresiasi secara positif. Terbukti masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan-pelatihan yang PMI fasilitasi. PMI juga telah memfasilitasi pelatihan mata pencarian alternatif melalui pemamfaatan hutan manggove bukan-kayu. Misalnya, Pelatihan pembuatan sirup, selai, permen dan dodol dari buah tanaman mangrove serta pelatihan budidaya lebah madu. PMI juga telah memberikan 8 koloni lebah jenis Apis Mellifera yang didatangkan dari Cibubur supaya masyarakat dapat langsung membudidayakannya” sebut Al Akbar Abubakar perwakilan Palang Merah Amerika.

"Dengan penanaman ini, sehingga masyarakat nanti juga care banget bagaimana menanam mangrove ini untuk kehidupan anak cucu kita. Semua ini adalah karya adek-adek sibat mereka bekerja dengan hati, terima kasih untuk sibat" demikian apresiasi Bapak Sumarsono Pengurus PMI Pusat bidang penanggulangan bencana kepada relawan sibat yang telah banyak berkontribusi. Selanjutnya proses penanaman bibit mangrove siap tanam, akan dilakukan oleh Relawan PMI Aceh Jaya dan anggota SIBAT di masing-masing desa. Juga akan dilakukan perawatan agar perkembangan tanaman hutan pantai tumbuh dengan baik.

 
Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengubungi: Dordi, Humas PMI Aceh, Hp: 085260540224

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id