Menu

 

A Member Of 

Tim PMI Terima Surat Dari Anak Pengungsi Featured

Relawan PMI mendapat surat dari anak-anak pengungsi setelah melakukan interkasi dalam program trauma healing (PSP) di SDN 1 Karangkobar-Banjarnegara (foto Nashr) Relawan PMI mendapat surat dari anak-anak pengungsi setelah melakukan interkasi dalam program trauma healing (PSP) di SDN 1 Karangkobar-Banjarnegara (foto Nashr)

Tim PSP (psikososial supporting programe) PMI yang sejak Senin lalu melakukan interaksi dengan warga pengungsi, mendapatkan surat dari Asfi, siswi kelas IV SDN 1 Karangkobar, yang sebelumnya mengikuti kegiatan bersama anak-anak yang ikut mengungsi di Balai Desa Karangkobar.

Surat itu berbunyi : DARI ASFI. KAMI SAYANG KAKAK-KAKAK SEMUA KARENA SUDAH MEMBIKIN KITA TERSENYUM DAN TERTAWA. “Trenyuh rasanya, tiba-tiba tadi pagi mendapat surat yang ditulis besar diatas kertas buku. Setelah membaca kami pun dibuat tersenyum, dibenak kami, kegiatan yang kami lakukan memberikan dampak positif,” jelas Benedikta Helena Ginting, anggota Tim PSP PMI dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Jumat sore (19/12) di Posko PMI.

Kecemasan, ketakutan dan selalu terbayang kejadian longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar-Banjarnegara, masih dirasakan oleh banyak warga termasuk anak-anak. Sehingga PMI mengajak interaksi ibu-ibu dan anak-anak dengan berbagai metodologi psikologi untuk membangun semangat dan menguatkan mental.

“Interaksi kami dengan anak-anak dengan cara mengajak bernyanyi, cerita, menggambar dan beberapa permainan edukatif. Sedangkan saat bersama ibu-ibu, kami mengajak berbicara dan melakukan konseling. Kami berharap warga dapat menerima kenyataan dengan tetap memiliki semangat dan mental yang kuat,” terang Benedikta.

Andre dan Singgih, 2 siswa kelas IV SDN Sampang yang ikut mengungsi orang tuanya di Balai Desa Leksono – Karangkobar, mengungkapkan rasa senangnya diajak bermain dan mendapatkan alat tulis. “Kami senang bertemu dan diajak belajar dengan permainan,” ungkap Andre sembari menyusun sedotan plastik untuk menjadi menara.

 Singgih juga mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya yang saat ini berada di beberapa tempat pengungsian. “Saya ingin bisa sekolah lagi dan bertemu teman-teman,” ungkap Singgih kehilangan 8 teman sekolahnya karena menjadi korban longsor.

Edi Purwanto, Kepala Markas PMI Banjarnegara mengatakan, memasuki hari ke 7 pasca bencana, PMI mencatat sejumlah 1.523 jiwa pengungsi termasuk warga yang tidak terdampak langsung karena wilayahnya berada di zona merah (bahaya). Barang bantuan yang berupa makanan instan dan pakaian, hingga saat ini sudah mencukupi.

“Posko PMI telah menerima banyak sekali bantuan itu, sehingga kami menyarankan masyarakat maupun lembaga yang ingin membantu, bisa berupa uang agar bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang,” harap Edi di Posko PMI Karangkobar.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

176590