Logo
Print this page

Tim PMI Berikan Penyuluhan tentang Coronavirus dan Pencegahannya Featured

Tim PMI Berikan Penyuluhan tentang Coronavirus dan Pencegahannya
Di tengah merebaknya Novel Coronavirus di beberapa negara, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyuluhan tentang Novel Coronavirus dan pencegahannya melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat Kota Tua Penagi, Kelurahan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Kamis, 6 Februari 2020.
 
Sebanyak 75 warga yang terdiri dari Lansia, ibu hamil, anak-anak, bapak dan ibu-ibu ini merupakan masyarakat yang tinggal berjarak 1 kilometer dari lokasi observasi Novel Coronavirus di Natuna. 
 
Dokter Spesialis Paru RS PMI Bogor, dr. Nancy Sovira menjadi pembicara dalam penyuluhan. Ia menjelaskan virus corona adalah virus yang tergolong virus influenza dan saluran pernapasan yang memiliki gejala yang sama dengan gejala sakit flu.
“Gejalanya sama dengan kalau kita sakit flu. Ada batuk dan pilek. Yang membedakan dengan coronavirus adalah asalnya dari Wuhan dan menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan pada paru atau pneumonia,” jelas dr. Nancy.
 
Sejauh ini dijelaskan dr. Nancy Sovira Novel Coronavirus tidak ditularkan melalui udara (airborne) seperti yang sempat dikhawatirkan masyarakat Natuna, namun penyakit ini dapat ditularkan melalui jarak dekat. 
 
“Coronavirus tidak dapat ditularkan dalam jarak dekat karena penularannya bukan melalui udara atau airborne, tapi ditularkan melalui jarak dekat sekitar 1 meter dari percikan batuk atau droplet,” kata dr. Nancy.
 
Oleh karenanya pemakaian masker yang benar sangat efektif untuk mencegah tertular virus ini, meski demikian penggunaannya harus tepat dan dilakukan dengan benar.  
 
“Masker sebaiknya digunakan oleh orang yang sakit dan bukan digunakan oleh orang yang sehat. Masker ini untuk menahan percikan batuk atau bersin supaya tidak menularkan ke orang lain. Namun kalau kita berada dekat dengan penderita atau sedang merawat orang yang sakit, maka kita harus menggunakan masker,” jelas dokter spesialis paru ini. 
 
Orang yang sehat, tambah dr. Nancy, juga dapat menggunakan masker untuk menghindari polusi udara, asap akibat kebakaran hutan, atau untuk menghindari debu saat bersih-bersih misalnya. 
 
Berikut waktu yang tepat untuk menggunakan masker: 
• Saat merawat orang yang sakit atau dalam hal ini ketika merawat orang yang diduga terinfeksi Novel Coronavirus
• Gunakan masker ketika menunjukan gejala batuk dan bersin
• Penggunaan masker akan efektif jika dibarengi dengan cuci tangan dengan sabun atau penggunaan pembersih tangan berbasis alcohol
• Jika menggunakan masker, maka pastikan untuk mempraktikan cara memakai dan membuangnya dengan benar
Usai menggunakan masker, maka masker harus dibuang dengan tidak menyentuh lapisan dalam masker karena sudah tercemar percikan batuk atau bersin. Sebaiknya masker dilipat dan langsung dibuang ke tempat sampah. 
 
Dalam penyuluhan ini, dr. Nancy juga mengajak masyarakat mempraktekkan cuci tangan yang baik dan benar. 
 
“Tangan kita ini sumber penyebar penyakit. Karena itu penting mencuci tangan. Cuci tangan ada caranya. Yg bagus pakai sabun, tapi bisa pakai antiseptik,” kata dr. Nancy.
 
Praktek cuci tangan dilakukan sesuai arahan badan kesehatan internasional, WHO, yaitu: 
1. Tuang cairan sabun pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar
2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
3. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih
4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci
5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan
 
Ketua PMI Kabupaten Natuna sekaligus Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti turut hadir dalam penyuluhan. Ngesti Yuni mengajak masyarakat Kota Tua Penagi untuk tidak lagi takut dan khawatir setelah mendengarkan penjelasan yang benar tentang Novel Coronavirus dan cara pencegahannya.
 
“Bapak dan Ibu sudah tidak perlu takut dan khawatir lagi ya. Jangan panik tertular. Penularan Coronavirus dalam jarak dekat. Bukan karena virus ini terbang atau kena angin. Kita sudah diberikan informasi dari PMI. Nanti pulang, bawa oleh-oleh yaitu informasi yang benar ini untuk dikasih tahu ke keluarga, saudara-saudara, dan tetangga ya,” kata Ngesti Yuni.
Template Design © Palang Merah Indonesia. All rights reserved.