Menu

 

A Member Of 

Siaga Bencana Asap dengan Bagikan Masker

PMI Provinsi Jambi menggelar aksi peduli bencana kabut asap di wilayah Kota Jambi dengan membagikan 10 ribu masker secara gratis, Jumat (14/3). PMI bekerjasama dengan BPBD dan Dinas Kesehatan setempat serta melibatkan 70 relawan di wilayah PMI Kota Jambi.

Dijelaskan Kepala Markas PMI Provinsi Jambi Astrid Firdianto, masker dibagikan kepada para pengemudi mobil dan pengguna sepeda motor di 5 jalan strategis di Kota Jambi.

“Masker kita bagikan kepada para pengguna jalan ray adi wilayah yang strategis, yaitu Simpang Pulai, Simpang Mayang, Simpang Bank Indonesia, Simpang Jelutung dan Simpang Bata,” ujar Astrid Firdianto.

Pembagian masker dilakukan mulai pukul 6 hingga 8 pagi. Relawan yang dilibatkan untuk distribusi masker ke masyarakat ini berasal dari Universitas Jambi, Akademi Perawat Telanai Bakti, STMIK Nurdin Hamzah, danSTIKES Harapan Ibu.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat melakukan kegiatan di luar rumah. Apalagi di Jambi jarang turun hujan sehingga memperparah kondisi di kota,” tambah Astrid.   

Pihak PMI Provinsi Jambi terus berkoordinasi dengan PMI di 11 Kabupaten/Kota dalam Bencana darurat asap di Kota Jambi, termasuk untuk mensosialisasikan penggunaan masker secara tepat.

“Kami juga berpesan kepada masyarakatagar selalu waspada terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan, serta lindungi hutan dan lahan untuk anak cucu kita,” kata Astrid. 

Sejak Kamis (13/3), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mulai memberlakukan siaga bencana asap di daerah itu. Asap kebakaran lahan dan hutan hingga saat ini masih menyelimuti wilayah Jambi. Siaga bencana asap ini juga diberlakukan akibat kualitas udara yang semakin memburuk dan tingginya kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di kota Jambi.

 

Informasi lebih lanjut: Astrid Firdianto, Kepala Markas PMI Provinsi Jambi, Hp. 082323 453 280. Kontak Media: Nelly Herawati, Staf Humas PMI Provinsi Jambi, Hp. 0812 80122 192.

 

 

 

Read more...

Simulasi Erupsi Gunung Slamet

Guna antisipasi dampak terjadinya Erupsi Gunung Slamet, PMI dan sejumlah pihak mengikuti Gladi atau Simulasi Terpadu penanganan Erupsi gunung Slamet yang di gelar oleh Kodim 0712 Tegal,Jum’at (14/3). Sebanyak 50 relawan PMI termasuk relawan dari unsur masyarakat desa atau Sibatditerjunkan untuk mengikuti simulasi. 

Ketua Bidang Kesiapsiagaan PMI Kabupaten Tegal, dr Bimo menjelaskan, simulasi dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korbanyang lebih banyak jika terjadi erupsi sekaligus untuk menyadarkan masyarakat agar paham tentang peringatan dini.

Simulasi ini penting dilakukan agar masyarakat mengerti tentang peringatan dini dan tahu jalur evakuasi yang aman. Dan juga agar masing-masing pihak paham akan perannya dalam penanganan Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Slamet,” kata Ketua Bidang Kesiapsiagaan PMI Kabupaten Tegal, dr. Bimo. 

Terdapat tiga titik  lokasi yang dijadikan tempat pengungsian saat simulasi, yaitu Lapangan Desa Tuwel, Lapangan Desa Suniarsih dan Lapangan Desa Batumirah. Lapangan Desa Batumirah disiapkan untuk pengungsi dari Dukuh Sawangan Desa Sigedong dan Lapangan Suniarsih untuk pengungsi dari Desa Dukuhtengah dan Kedawung. Sementara untuk Lapangan Desa Tuwel diperuntukan pengungsi dari Desa rembul dan Desa  Guci sekaligus sebagai Posko Induk Tanggap Darurat Bencana erupsi Gunung slamet.

Di tiga lokasi pengungsian itu disiapkan Rumah Sakit Lapangan, Dapur Umum, Pos Informasi dan barak pengungsi, termasuk truk evakuasi, ambulans, truk tangki air, dan mobil penerangan.

Dalam simulasi ini, PMI bermain di ranah evakuasi, pertolongan pertama, program dukungan psikososial (PSP) dan membantu dapur umum. PMI juga menyiapkan satu ambulan dan satu mobil operasional,” kata dr. Bimo. 

 

Informasi lebih lanjut: M. Nashir Jamaludin, Kepala Divisi Humas PMI Provinsi Jawa Tengah, Mobile 081228011455 - 081575629075.

Read more...

Bantuan Pipa untuk Lereng Merapi

Pipanisasi PMI

Kerusakan pipa air di Gunung Bibi di Kecamatan Cepogo yang terjadi pada Rabu,5 Maret lalu akibat banjir lumpur dari puncak mulai diperbaiki. Palang Merah Indonesia (PMI) Solo bekerja sama dengan PMI Boyolali memberikan bantuan berupa pipa paralon berukuran dua dim dengan panjang 1.400 meter dan besi untuk perbaikan.

Salah satu titik kerusakan yang diperbaiki berada di wilayah Desa Sumbung. Sutarto. Kepala Desa(Kades) Sumbung, mengatakan setelah banjir lumpur di Gunung Bibi, terjadi kerusakan pipa saluran air di Kola Soki yang merupakan sumber air beberapa wilayah desa di Kecamatan Cepogo.

“Akibat kerusakan pipa tersebut, 65 keluarga di Dukuh Sukorejo dan sebagian warga Dukuh Sumbung lainnya, kesulitan memperoleh air bersih,” ujar Sutarto, Kades Sumbung.

Warga pun tak dapat menimba langsung ke sumber air tersebut, karena sulitnya menjangkau lokasi.

“Terutama warga di Dukuh Sukorejo, kesulitan mendapatkan air bersih karena hanya mengandalkan mata air di Kola Soka,” terang Sutarto.

Kadus 2 Desa Sumbung, Nunung Yumaroh, menambahkan, rata-rata setiap harinya dibutuhkan hingga dua tangki air bersih agar mencukupi kebutuhan warga. Staf Penanggulangan Bencana PMI Boyolali, Teguh Widodo, mengungkapkan selain saluran ke Desa Sumbung, kerusakan juga terjadi di saluran pipa air ke Desa Jombong dan Dukuh Kali Tengah, Desa Wonodoyo.

”Total panjang kerusakan mencapai 800 meter,” kata Teguh Widodo.

Read more...

Perangi Sampah di Pantai Wisata

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Aceh Selatan melakukan bakti sosial dengan membersihkan tempat wisata pantai di Pantai Terbangan, Minggu (9/3). Bakti sosial membersihkan pantai ini dilakukan oleh relawan dan anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Aceh Selatan.

Pembersihan pantai ini adalah bagian dari kegiatan bersih pantai yang dilakukan di dua tempat, yaitu di lokasi pantai bagian Barat dan bagian Timur. Pada Minggu, 23 Februari 2014 lalu, para relawan PMI membersihkan lokasi pariwisata Pantai Tapak dan Pantai Air Dingin yang berlokasi di pantai bagian Barat.  

Dijelaskan Kepala Markas PMI Kabupaten Aceh Selatan Jeep Hendrian, kegiatan bersih lingkungan pantai ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian relawan dan masyarakat terhadap kebersihan.

“Dengan ikut membersihkan lingkungan, kami berharap relawan PMI dan masyarakat untuk peduli dengan kebersihan lingkungan dengan mengutip sampah yang berserakan. Lingkungan yang bersih akan membuat kita semua merasa nyaman dan akan mempersempit terjadinya bencana,” jelas Jeep Hendrian.

Selain membersihkan tempat wisata, relawan PMI juga memasang papan himbauan yang isinya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bertanggungjawab dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Teman-teman PMR membuat papan himbauan yang isinya agar pembersihan tempat wisata ini berlanjut. Tidak hanya dilakukan oleh relawan PMI, tapi juga seluruh pengunjung tempat wisata ini agar ikut bertanggungjawab menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka,” harap Ketua Bidang Pengembangan PMR & Relawan PMI Kabupaten Aceh Selatan, Marlinda Hs. 

 

Untuk informasi lebih lanjut: Jeep Hendrian, Kepala Markas PMI Kabupaten Aceh Selatan Hp. 085262360193, Lastiar Muzni, Staf Humas Markas PMI Kabupaten Aceh Selatan, HP. 08085373065365. @HumasPMI email. Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

 

 


 [a1]Berapa jumlah keseluruhan relawan dan PMR nya? Supaya kelihatan berapa orang yang melalukan baksos.

 [a2]Bisa ditambahkan juga informasi tentang apa saja yang dipakai untuk bersih pantai ini? Misalnya, berapa sapu lidi, apakah ada tempat sampah dsb. Jadi terlihat gambaran bagaimana cara mereka membersihkan lokasi pantai ini.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id