Menu

 

A Member Of 

PMI Siapkan Fasilitas Antar Jemput Anak Sekolah di Bali

Aktifitas vulkanik Gunung Agung beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan mulai dari dari Level I (normal), Level II (waspada) pada tanggal 14 September 2017, level III (siaga) pada tanggal 18 September 2017 serta level IV (awas) sebagai level tertinggi pada tanggal 22 September 2017 yang telah ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sedangkan Palang Merah Indonesia (PMI) sendiri sudah mulai aktif berkegiatan di Posko Utama Tanah Ampo sejak tanggal 19 September 2017 paska penetapan status waspada menjadi Siaga oleh PVMBG.

Sampai saat ini (19/10), tidak terasa 1 (satu) bulan sudah PMI melaksanakan operasi Siaga Darurat Gunung Agung. Dalam kaitan ini berbagai upaya telah dilakukan PMI Bali dan juga instansi lainnya dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat terdampak yang tersebar di berbagai titik pengungsian Kabupaten/Kota se-Bali. Beberapa kegiatan yang dilakukan PMI antara lain Evakuasi masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB), dukungan pelaksanaan kegiatan dapur umum (DU), pendataan pengungsi dan lokasi pengungsian, penyediaan air bersih, pembangunan sarana MCK bagi masyarakat terdampak sampai dengan pelayanan dan promosi kesehatan serta dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak.

Read more...

Warga Wringin Nikmati Air Bersih

KARANGKOBAR – Sebanyak 139 Rumah di dusun wringin, Purwodadi kecamatan karangkobar kini sudah dapat menikmati akses air bersih langsung kerumah. Langkah tersebut merupakan pencapaian dari program Water Sanitation And Higyene (WASH) PMI Kabupaten Banjarnegara yang merupakan donasi dari Korean Red Cross Chapter Incheon.

Kordinator Lapangan Program WASH PMI Kabupaten Banjarnegara Heri Yulianto mengatakan, pencapaian tersebut merupakan komitmen dan kerja keras seluruh team, relawan desa dan masyarakat sekitar yang kian sadar tentang arti hidup bersih dan sehat. “kini masyarakat bisa langsung menikmati air bersih kerumah, jamban dan Kamar mandi tanpa bersusah payah ngangsu atau mengambil di bak penampungan irigasi “ ujarnya.

Read more...

Ajak Masyarakat Hidup Higienis, Tarian Cuci Tangan Ditunjukan di CFD

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan bersama dengan Palang Merah Korea merayakan Peringatan Hari Mencuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang jatuh pada 15 Oktober 2017 di area Car Free Day, Jalan R.Suprapto, Purwodadi - Grobogan. Rangkaian acara diisi dengan Aksi Dram Blek Lentera Merah Putih dari anak - anak Jetis Purwodadi yang mendapatkan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun, masyarakat umum dan sukarelawan PMI yang berkeliling area Car Free Day, senam Baby Shark massal yang gerakannya melakukan tujuh langkah cuci tangan, tarian cuci tangan bertujuan untuk membudayakan cuci tangan dengan tujuh langkah, pembagian Pin, Stiker, dan edukasi singkat berupa demo langkah - langkah cuci tangan yang benar dan menginformasikan manfaat dan kapan waktu saat mencuci tangan.

Koordinator Lapangan, Marten Krisando, mengatakan, Global Handwashing Day adalah sebuah kampanye global yang dicanangkan oleh PBB, bekerjasama dengan organisasi pemerintah maupun swasta untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan dengan sabun oleh masyarakat. Upaya ini untuk menurunkan tingkat kematian balita dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia

Read more...

Bangun Masyarakat Tangguh

BATANG- Permasalahan di masyarakat Indonesia memang sangat kompleks. Telah 72 tahun merdeka tetapi bangsa ini belum lah benar-benar merasakan kemerdekaan. Dalam hal ini tentunya merdeka dari bencana, merdeka dari permasalahan kesehatan, dan merdeka dari persoalan sosial. Meskipun kenyataanya di pelosok tanah air masih banyak terjadi berbagai bencana yang menyita nyawa manusia harta benda dan hidup di bawah martabat kemanusiaan.
 
“ Sehubung dengan itu, bertepatan Hari Ulang Tahun ke -72 PMI , kita ingin membangun Masyarakat Tangguh.  Hal ini dimaksudkan sebagai pendorong bagi kita sebagai insan pekerja kemanusiaan, untuk terus tak henti dan tak kenal lelah membantu masyarakat. Utamanya adalah dengan melakukan kegiatan kegiatan pengurangan risiko bencana dan mengatasi masalah masalah sosial serta kesejahteraan masyarakat. Kesiapan masyarakat selalu siap siaga dan tumbuh menjadi masyarakat yang tangguh terhadap bencana yang dapat di akibatkan oleh berbagai pristiwa dan kondisi,” kata Dewan Kehormatan PMI Batang Nasikhin, saat membuka apel peringatan HUT PMI ke 72 di kantor kecamatan Bawang.
Read more...

Paska Longsor Pangandaran, Sukarelawan PMI Terus Sisir Lokasi Terparah

Paska banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah kabupaten pangandaran yang telah mengakibatkan korban jiwa dan luka luka serta ratusan rumah terendam, sejumlah Sukarelawan PMI Kabupaten Pangandaran terus bergerak melakukan pendataan lapangan menyebar kebeberapa lokasi, untuk menyisir  lokasi terisolir yang menjadi dampak akibat bencana tersebut. 
Salahsatunya di Di desa kalijati kecamatan Sidamulih, sejumlah relawan bersama aparat gabungan dari TNI dan warga bersama sama bergotong royong membersihkan lumpur yang masih menumpuk di rumah warga,
 
Peristiwa ini menyusul hujan deras yang terus mengguyur wilayah pangandaran sejak Jumat malam yang telah menyebabkan sungai  meluap sehingga mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah di wilayah tersebut.
Selain itu akibar banjir dan longsor terparah ini telah mengakibatkan akses jalan desa terputus dan sebagian tertutup lumpuran tanah.
 
Staf Bidang Pelayanan PMI Kabupaten Pangandaran Silvi Priyonika Pratama mengatakan, paska banjar bandang dan longsor ini sejumlah sukarelawan mulai disebar kebeberapa titik lokasi yang terdampak parah untuk untuk membatu warga dan aparat gabungan.
 
"Selain assesmen lanjutan, para sukarelawan PMI juga membantu warga bersama aparat TNI membersihkan rumah warga yang sampai saat ini masih terendam lumpur" Ungkap Silvi.
 
Menurutnya, pihakya kini masih berada di lokasi untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga dari sisa lumpur, dan berupaya melancarkan beberapa akses jalan yang tertutup tanah longsoran.
 
Ditambahkannya, Selain itu PMI juga berencana akan mengirimkan bantuan kedaruratan awal seperti mie instan, family kit sebagai stimulan bantuan kedaruratan.
 
(Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi 
Staf Bidang Pelayanan PMI Kabupaten Pangandaran Silvi Priyonika Pratama.No Hp. 082129755124)
Read more...

Banjir dan Longsor di Pangandaran, PMI Kirimkan Sukarelawan

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah pangandaran sejak Jumat malam telah menyebabkan sungai  meluap sehingga mengakibatkan banjir yang merendam ratusan rumah di wilayah tersebut.
 
Selain banjir bandang, hal ini juga menyebabkan longsor yang menimbun dua rumah di Dusun Sangkang Bawang RT 19 RW 08 Desa Kalijati Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran. Akibatnya 4 orang meninggal dunia dan 3 orang luka ringan tertimbun longsoran. Korban yang selamat sudah berhasil dievakuasi, adapun Korban meninggal dunia sudah dikebumikan atas nama Ny. Yuyun (36), Aldi (6), Andika (8 bulan), dan Ny. Arsih (60), sedangkan Korban luka ringan adalah Rasman (40), Ari (14), dan Anida (8 bulan) sudah mendapatkan penanganan medis.Selain menimpa rumah, longsoran tanah juga menutup akses jalan di daerah tersebut.
 
Sekretaris PMI Kabupaten Pangandaran Dadang Gunawan mengatakan,pihaknya ikut prihatin atas kejadian musibah ini, PMI sebagai lembaga kemanusiaan dalam merespon bencana ini sudah ikut menerjunkan sukarelawannya untuk melakukan assesmen ke beberapa wilayah yang terdampak.
 
“kita ikut prihatin, selain banjir juga ada longsor yang telah menyebabkan korban jiwa dan korban luka luka yang menerjang dua rumah" ungkap dadang.
 
Dadang menambahkan dalam merespon kejadian ini pihaknya sudah menerjunkan 10 Sukarelawan dan 1 kendaraan ambulans. 
 
Selain itu sebagai respon awal pihaknya juga akan mengirimkan bantuan kedaruratan awal seperti mie instan, family kit sebagai stimulan bantuan kedaruratan.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran,H.Nana Ruhena  dalam siaran pers nya mengatakan, Kondisi ketinggian air, saat ini di lokasi banjir sudah turun, kondisi aman dan terkendali, sebagian pengungsi korban banjir sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Kondisi di daerah longsor hanya tinggal membereskan material yang menutupi jalan raya, sebagian material yang ringan sudah di selesaikan secara gotomg royong tanpa menggunakan alat berat. Pemantauan kondisi banjir dan longsor di lakukan secara terus menerus oleh pihak Pemerintah, TNI/POLRI dan Organisasi Relawan Penanggulangan Bencana, Kesiapsiagaan masyarakat terdampak banjir dan longsor terus di tingkatkan dalam rangka mengantisipasi banjir atau longsor susulan dengan mempersiapkan diri seandainya harus mengungsi.
 
Pihaknya menghimbau, sehubungan dengan banyaknya berita dan foto-foto kejadian bencana di Kabupaten Pangandaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenerannya baik melalui media sosial maupun media elektronik lainnya, maka kami sampaikan agar lebih bijak, lebih hati-hati, lebih teliti, lakukan cek and recek kebenarannya
Read more...

Antisipasi Erupsi Gunung Agung, Ketua PMI Provinsi Bali Kumpulkan PMI Se-Bali

Status Awas Gunung Agung telah dikeluarkan oleh BVMBG sejak tanggal 22 September 2017 pukul 20.30 Wita berdampak pada peningkatan jumlah masyarakat pengungsi yang menyebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Sampai dengan tanggal 25 September 2017 pukul 20.00 Wita berdasarkan informasi dari Posko Utama Tanah Ampo, setidaknya terdapat 334 titik pengungsian di seluruh wilayah Bali.

Dari data yang ada juga mencapat total masyarakat yang mengungsi sejumlah 57.418 jiwa yang telah mengungsi di beberapa titik pengungsian antara lain Kabupaten Karangasem : 21.280 Jiwa ; Kabupaten Klungkung : 19.456 jiwa ; Kabupaten Buleleng : 8.518 jiwa ; Kabupaten Tabanan : 715 jiwa ; Kota Denpasar : 2.212 jiwa ; Kabupaten Gianyar : 137 jiwa ; Kabupaten Badung : 328 jiwa ; Kabupaten Bangli : 4.690 jiwa ; Kabupaten Jembrana 82 jiwa dan kemungkinan masih terus bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung.

Read more...

Pengungsi menyebar Se-Bali, PMI lakukan Aksi

Status Gunung agung yang telah mencapai level IV (Awas) mengakibatkan wilayah radius 12 km harus bebas dari aktifitas masyarakat. Masyarakat daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) pun mulai mengungsi baik yang secara mandiri maupun yang difasilitasi oleh Satgas TDB Gunung Agung. Hai ini mengakibatkan munculnya beberapa titik pengungsian yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota se-Bali. Sampai dengan tanggal 24 September 2017 pukul 20.00 Wita berdasarkan informasi dari Posko Utama Tanah Ampo, setidaknya terdapat 182 titik pengungsian.

Dari data yang ada juga mencapat total masyarakat yang mengungsi sejumlah 42.714 jiwa yang telah mengungsi di beberapa titik pengungsian antara lain Kabupaten Karangasem : 15.341 Jiwa ; Kabupaten Klungkung : 11.484 jiwa ; Kabupaten Buleleng : 8.518 jiwa ; Kabupaten Tabanan : 695 jiwa ; Kota Denpasar : 1.439 jiwa ; Kabupaten Gianyar : 137 jiwa ; Kabupaten Badung : 328 jiwa ; Kabupaten Bangli : 4.690 jiwa ; Kabupaten Jembrana 82 jiwa dan kemungkinan masih terus bertambah karena proses evakuasi masih berlangsung.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id