Menu

 

A Member Of 

Bergandeng Tangan Dalam Penantian Featured

Puspayani, Sekertaris desa Pesaban, menuturkan bagaimana kondisi sulit mengelola masyarakat terdampak dalam situasi kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Agung ini. Puspayani, Sekertaris desa Pesaban, menuturkan bagaimana kondisi sulit mengelola masyarakat terdampak dalam situasi kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Agung ini.

Memasuki Pos 3 Puri Boga, penampungan di Desa Pesaban, tampak anak-anak berlarian bermain. Sebagian besar dari para pengungsi berasal dari Besakih, kawasan paling rawan letusan Gunung Agung. Wayan Aryani (8) dan Ni Kadek Siska (9) ikut mengungsi. Penduduk di Besakih ramai-ramai mengungsi ke tempat yang dianggap aman.

“Saya teman sekelas dengan dia,” Kata Siska menunjuk Aryani. Mereka duduk di kelas 3 SDN 2 Besakih. Sesuai anjuran pemerintah, mereka diterima mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 2 Pesaban.Sejak ditetapkannya status Gunung Agung menjadi menjadi awas (22/92017), masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III mulai mengungsi. KRB III meliputi kawasan radium 5 kilometer dari kawah Gunung Agung. Masyarakat terdampak menempati pos-pos pengungsian yang telah ditetapkan pemerintah maupun di balai-balai desa, lapangan, maupun di rumah-rumah penduduk.

Masyakarat sekitar Puri Besakih mengungsi secara sukarela mengungsi. Kepala dusun dan aparat desa menginformasikan bahwa tempat tinggal mereka termasuk dalam KRB III. Frekuensi gempa meningkat di kawasan lereng gunung, membuat masyarakat menyadari bahwa letusan bisa terjadi kapan saja.

Di Desa Pesaban sekretaris desa Dewi Ayu Puspayani mengkoordinasikan tiga lokasi penampungan. Antara lain di balai desa, balai Tinon, dan Puri Boga yang merupakan gedung restoran yang tidak lagi beroperasi.

Puspayani menggambarkan betapi sulitnya mengelola 1.226 jiwa masyarakat terdampak di desanya. “Kami tidak pernah punya pengalaman menangani pengungsi, hanya menerima masyarakat para pengungsi seperti keluarga yang tengah kesusahan. Menyediakan fasilitas sesuai dengan kemampuan yang ada.

Ruang yang tersedia tidak memadai untuk jumlah pengungsi yang besar. Misalnya Puri Boga menampung sekitar 600 pengungsi. Gedung bekas rumah makan itu hanya memiliki tiga jamban yang berfungsi, sehingga tidak memadai untuk jumlah pengungsi yang ada. Sedangkan di balai Tinon, 200 pengungsi dapat mengakses empat toilet darurat yang dibuat dengan kerjasama dinas pekerjaan umum.

Palang Merah Indonesia (PMI) mendukung pengelolaan penampungan pengungsi di Desa Pesaban. Desa ini terletak pada radius 20 kilometer dari kawah Gunung Agung. Meskipun aman dari letusan, Desa Pesaban jauh dari pusat kota Karangasem dan jalan utama. Penampungan ini tidak mendapatkan banyak perhatian dari berbagai organisasi yang melakukan respon kesiapsiagaan letusan Gunung Agung.

Relawan PMI Bali ikut serta membantu, didukung oleh relawan PMI Kota Malang. Layanan kesehatan, penyediaan air bersih berikut fasilitas mandi cuci kakus, menjadi kegiatan utama layanan PMI. Pada sore hari anak-anak dihibur dengan permainan sebagai bagian dari layanan psikologi sosial. Promosi kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun dan pencegahan berbagai penyakit disampaikan melalui berbagai kesempatan.

Di Desa Pesaban, para ibu membagi diri untuk membersihkan lingkungan dan memasak di dapur umum. Para bapak kembali ke desa mereka untuk menengok rumah, ternak dan tanaman mereka dan kembali ke pengungsian sebelum hari gelap. Anak-anak dapat sekolah dan bermain meskipun bukan di lingkungan mereka biasanya. Semua pihak bergandeng tangan melewati penantian yang sulit ini. (Red: Enaliya Sudartama, Sukarelawan PMI Bali) 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi: Taufan Kristanto, S.Sos (Posko PMI Tanah Ampo – Karangasem – 081 647 36 056) atau Arifin M. Hadi, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Hp: 081297777755

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id