Menu

 

A Member Of 

Kakak PMI Saya Ingin Bersekolah Lagi Featured

LOMBOK BARAT - Kegetiran masih terasa oleh mayoritas warga terdampak bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada  Juli lalu. 
 
Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak pun ikut terdampak dahsyatnya bencana gempa bumi yang meluluh lantahkan puluhan ribu rumah sehingga masyarakat harus kehilangan tempat berteduh dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan.
 
Seperti anak penyandang disabilitas yang merupakan warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Adriansyah Putra (14) yang kerap dipanggil Iyan ini. 
 
Diraut wajah dan sorotan matanya, bocah yang putuh sekolah akibat mengalami kelumpuhan di bagian kedua kakinya tersebut masih terlihat rasa ketakutan dan trauma akibat gempa yang meratakan rumahnya. 
 
Bagaimana tidak, nyawanya pun hampir terenggut akibat bencana gempa bumi itu jika ayahnya yakni Syarimah (80) tidak bisa menyelamatkan dengan cara menggendongnya keluar rumah.
 
Namun demikian, dibalik keterbatasan fisik dan tentunya fasilitas rumah yang tidak memadai tersebut, Andriansyah masih mempunyai cita-cita yang luhur yakni ingin menjadi guru. Bahkan semangat ingin terus belajar dan melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda dua tahun akibat penyakit yang menggrogoti tubuhnya bukanlah menjadi benteng penghalang.
 
"Kakak PMI saya ingin kembali bersekolah, seharusnya saya sudah kelas VIII SMP tetapi putus sekolah karena lumpuh dan bencana," kata Iyan menyambut kedatangan Korpel Shelter PMI Pusat Junaedi Adhi Piun.
 
Ia pun sempat menceritakan bagaimana perjuangannya pascagempa tersebut sebelum PMI datang membantu. Kondisi bangunan yang rata dengan tanah, kepanikan warga ditambah dirinya tidak bisa berbuat banyak membuat remaja ini trauma dan terus dilanda kesedihan.
 
Tapi, trauma itu berangsur hilang dan berubah menjadi semangat apalagi setelah tim shelter PMI membangun hunian sementara khusus untuk dirinya sebagai penyandang disabilitas.
 
"Saya harus kejar cita-cita menjadi guru, mudah-mudahan kakak PMI bisa bantu. Biar saya jalan ke sekolah dengan tongkat atau menggunakan kursi roda karena lokasi SMP nya tidak jauh," tambahnya.
 
Iyan pun banyak mengucapkan terima kasih kepada PMI yang sudah banyak memberikan bantuan pascabencana gempa lalu, tidak hanya mendirikan shelter, sarana perairan dan lain-lain juga memberikan semangat agar bangkit dari keterpurukan.
 
Melihat semangat bocah disabilitas korban bencana alam yang menyandang disabilitas ini Korpel Shelter PMI Pusat yang juga Staf Bidang Pelayanan Junaedi Adhi Piun langsung terharu melihat kegigihan Iyan yang masih tetap semangat dengan keterbatasannya itu.
 
Maka dari itu, ia pun berupaya memberikan bantuan seperti perlengkapan sekolah mulai dari seragam hingga tas. Selain itu mencoba berkoordinasi dengan pihak desa atau pemerintah daerah setempat agar bisa membantu Iyan dalam melanjutkan cita-citanya.
 
"Shelter untuk Iyan memang berbeda karena anak ini merupakan penyandang disabilitas yang mempunyai kebutuhan khusus. Untuk di Desa Selat ini kami sudah membangun ratusan shelter untuk membantu warga yang rumahnya rata dengan tanah," katanya.

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

167717