Menu

 

A Member Of 

Lezatnya Kue, Serunya Berkumpul Featured

Wangi lezat tercium di tengah kerumunan warga perempuan yang tengah berkumpul di rumah kepala desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Minggu siang itu (14/10), sejumlah perempuan yang menamakan diri mereka Kelompok Kampung Kabe di Dusun Pedamekan tengah sibuk membuat adonan kue yang berbahan dasar tepung terigu. Sebagian ada yang membantu mencampur adonan dengan potongan buah pisang dan singkong sebagai bahan baku utama. 
 
“Pisang, singkong, dan tepung terigu ini hasil dari kebun kami,” kata Nursehan (45 tahun), ibu kepala desa.
 
Tidak kurang dari 20 warga perempuan itu duduk ngampar diatas terpal dengan dipayungi pohon. Mereka ditemani para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menuntun mereka membuat kue, lengkap dengan perangkat pembuat kue, seperti kompor, baskom, hingga wajan pemanggang kue.
“Semua alat ini kami pinjam dari ibu kepala desa. Peralatan dapur kami sudah hancur dan banyak yang rusak karena gempa,” kata Aisyah (28 tahun), salah seorang warga.
 
Nuraini Fitri, relawan PMI menjelaskan, acara membuat kue ini merupakan bagian dari program dukungan psikososial yang dilakukan PMI untuk membantu membangun kembali semangat kaum perempuan yang sebelumnya terdampak gempa. 
 
“Kegiatan ini adalah bagian dari pemberdayaan kaum perempuan dan juga menyemangati mereka untuk kreatif, terutama dalam membuat kue. Mungkin juga bisa membantu meningkatkan perekomomian mereka nantinya,” jelas relawan yang akrab disapa Rini.
 
Sebagai ibu kepala desa, Nursehan mengaku melihat adanya perubahan yang terjadi di desanya pascagempa melanda Lombok.
 
“Dulu warga sering kumpul-kumpul. Kaum ibu rutin arisan, ada senam untuk lansia, dan anak muda sering bermain bola. Setelah gempa, segalanya berubah. Kaum ibu lebih banyak menyendiri di tenda-tenda dan tidak melakukan apa-apa,” kata Nursehan. 
 
Sebagian besar perempuan di Dusun Pedamekan adalah transmigran yang datang dari berbagai daerah di Lombok, seperti Lombok Tengah, Kelayu, Musbage, dan Pancor. Mata pencaharian utama mereka adalah berladang dengan menyabit rumput juga menanam di sawah yang bukan milik mereka. 
 
“Saya masih suka takut kalau pergi ke ladang. Takut tiba-tiba ada gempa. Tapi dengan berkumpul lagi dengan teman-teman saya, rasa takut saya sedikit berkurang,” kata Atun (45 tahun), yang baru memiliki bayi 2 bulanan.
 
Dijelaskan Nova Sari, dukungan psikososial yang diberikan para relawan kali ini adalah dengan memulai kembali aktivitas yang biasa dilakukan sebelum bencana dan setelah bencana tidak dilakukan lagi. Hal ini karena masyarakat mengungsi atau karena peralatan mereka yang telah hancur atau rusak. Pada acara berkumpul ini, muncul komunikasi yang terjalin diantara masyarakat Dusun Pedamekan sebagai sesuatu yang menguatkan mereka.
 
“Kegiatan hari ini bukan sekedar kumpul-kumpul. Inti kegiatan ini adalah para perempuan dikembalikan pada dukungan diri mereka. Bisa dari teman, keluarga, masyarakat, dan sebagainya,” jelas Koordinator Program Dukungan Psikososial PMI di Lombok ini.*

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

186238