Menu

 

A Member Of 

Berlindung Dibalik Kelambu Featured

Hari menjelang sore saat Marwan (55 tahun) menerima Agil Bagus, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di kediamannya di Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Saat ditemui, pria dengan dua anak ini tengah berbicara dengan sang isteri, Rakhmah di depan rumahnya yang belum tergantikan karena hancur dilanda gempa Juli 2018 lalu.
 
Marwan tampak sehat setelah dua minggu lalu menderita penyakit malaria.
 
“Saya merasa enakan. Sehat rasanya,” katanya kepada Agil yang pada hari itu, Sabtu (13/10) kedapatan bertugas menemui sejumlah warga di Desa Bukit Tinggi. Sebelumnya Marwan harus berbaring sakit di rumahnya akibat gigitan nyamuk anopheles betina.  
“Malaria bikin saya tidak bisa beraktivitas. Waktu itu rasanya badan saya nyeri, menggigil, saya kedinginan, dan susah makan,” ingat pria yang bertahan hidup dengan membuat gula aren.
Meski merasa sehat, Marwan mengaku masih dalam proses pengobatan dan masih harus mengkonsumsi obat malaria supaya Ia bisa sembuh total, meski Ia mengaku stok obatnya telah habis.
 
“Obat saya sudah habis. Sampai sekarang belum ada penyaluran obat lagi. Saya hanya berharap bisa sembuh total,” kata Marwan yang pernah dua kali menderita malaria.
 
Beruntung Marwan telah kembali sehat, namun tidak demikian dengan adiknya, Munawan. Bersama Alemah Aini, isterinya, lelaki berusia 50 tahun ini harus dirawat di rumah mereka karena tengah mengidap malaria.
 
“Sebelumnya kami merasa pusing, demam, mual. Setelah ke puskesmas, dokter bilang saya dan isteri kena malaria. Sekarang sudah tiga hari dirawat di rumah,” kata Munawan.
Sejumlah kasus malaria masih terjadi di Dusun Batu Kemalik. Agar tidak terkena malaria kembali, kakak Munawan ini bergantung pada kelambu yang telah didistribusikan PMI di Dusun Batu Kemalik beberapa waktu lalu. Kelambu ini telah terpasang dan menggantung di atap Berugak milik Marwan.
 
“Kalau sudah mulai gelap, saya dan isteri langsung berlindung di balik kelambu. Biasanya nyamuk mulai datang kalau sudah mulai gelap. Saya tidak khawatir digigit nyamuk setelah ada kelambu,” jelas pria yang hobi bekerja ini.
 
Pasca gempa hingga hari ini, Marwan dan Rakmah belum menempati rumah yang layak untuk ditinggali. Saat ini mereka tinggal di Berugak atau bangunan kayu khas Lombok berukuran 3x3 meter. Di hunian mungil itu, Marwan selalu memasang kelambu miliknya.
 
“Saya merasa lebih aman kalau kelambu terus terpasang,” kata Marwan sambil tersenyum. 
 
Hingga 12 Oktober 2018, PMI telah mendistribusikan 940 kelambu ke empat dusun di Desa Bukit Tinggi (Dusun Bukit Tinggi, Dusun Batu Kemalik, Dusun Tanjung Polak, dan Dusun Murpadang) dan dua dusun di Desa Penimbung (Dusun Gubuk Baru dan Penimbung Selatan). Pendistribusian kelambu tersebut untuk membantu masyarakat di berbagai wilayah tersebut agar terlindung dari gigitan nyamuk penyebab malaria.*
Last modified onSenin, 15 Oktober 2018 10:49

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

167736