Menu

 

A Member Of 

Tak Patah Semangat, Wir Bertekad Bangkit Featured

Wir, Pemuda asal desa Dangiang yang tak patah semangat sambung hidup paska gempa Wir, Pemuda asal desa Dangiang yang tak patah semangat sambung hidup paska gempa
Indonesia berduka disaat harusnya kita merayakan kemerdekaannya dengan penuh suka cita. Ya, duka yang datang dari negeri seribu surau ini, membuat perayaan tujuh belasan tak lagi semarak. Namun hal tersebut, tak membuat seorang pemuda asal desa Dangiang, Kecamatan Kayangan bernama Wir ini patah semangat.
 
“Pokoknya gak boleh patah semangat. Saya bertekad untuk kembali bangkit. Meski harus mulai dari awal lagi,” Begitu tegas pria yang memiliki nama lengkap Susilo Hadi Wirawan ini.
Minggu, 5 Agustus 2018, adalah hari yang tak pernah dapat ia lupakan. Kala itu, Wir yang merupakan pegawai disalah satu hotel di Daerah Kute, Lombok Tengah sedang bekerja. Tiba-tiba gempa berkekuatan 7,0 SR mengguncang Lombok dengan begitu dahsyatnya. Bangunan hotel pun ikut bergoyang. Puluhan tamu hotel berhamburan lari keluar. Lampu pun padam, warga berteriak histeris, membuat malam itu makin terasa mencekam.
 
“Saat itu tak bisa lagi berfikir jernih. Lihat sekeliling yang hancur luluh lantah, membuat pandangan dan pikiran ini kosong sejenak,” tuturnya.
 
Banyaknya warga yang teriak-teriak mencari sanak saudaranya, membuat pria berusia 22 tahun itu tersadar bahwa ia juga harus mencari keluarganya.
 
“Habis itu langsung terfikir kabar keluarga dirumah. Saat dihubungi, tak ada satupun yang menjawab. Makin paniklah jadinya. Sedih rasanya. Langsung tanpa pikir lagi saya berangkat ke Dangiang,” Ceritanya.
 
Niat ingin langsung ke Dangiang pun sulit ternyata. Akses jalan terputus, sinyal hilang dan penerangan juga tiada, memaksa Wir bermalam sejenak dirumah kerabatnya di wilayah Bertais, Mataram. 
 
“Semalaman tak bisa tidur. Gelisah sangat.”katanya.
 
Sesampainya disana betapa kagetnya ia. Melihat semua bangunan habis tak bersisa. Rata dengan tanah.
 
“Syukurlah orang tua semuanya sehat-sehat tanpa kurang satu apapun. Yang penting setelah ini harus lebih semangat lagi, lebih giat lagi bekerja agar bisa mengembalikan perekonomoian keluarga. Gak boleh banyak sedih-sedih. Bangkit dari sekarang. Karena bersedih tak akan menyelesaikan masalah.” Serunya,

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top