Menu

 

A Member Of 

Bencana Mantapkan Hendra Menjadi SIBAT Featured

Hendra, relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI dari Desa Belanting,Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Barat Hendra, relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) PMI dari Desa Belanting,Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Barat

Gempa 6.4 skala richter mengguncang Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat hari Minggu (29/8). Hendra, warga Desa Belanting, Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu warga yang dibuat kaget oleh getaran gempa yang menurutnya cukup besar itu. Lombok Timur menjadi kabupaten yang paling terdampak gempa saat itu. Korban berjatuhan. Banyak rumah hancur juga retak dihantam gempa.

"Saat gempa saya bersama keluarga ada di dalam rumah. Saya sempat kaget, tapi saya sadar saya harus pastikan orangtua dan adik-adik saya aman. Saya bawa mereka menjauh dari bangunan dan bawa mereka semua ke tempat lapang," ujar pemuda berusia 23 tahun ini.

Rumah Hendra tidak roboh, namun gempa mengakibatkan rumahnya retak. Usai menyelamatkan keluarganya, Hendra langsung bergabung dengan rekan-rekan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat atau SIBAT. Pagi itu Hendra dan beberapa SIBAT membantu evakuasi warga di desa tetangga, Desa Madayin dan Desa Obel-Obel.

Upaya Hendra menyelamatkan keluarganya serta kesigapannya membantu sesama ini tidak terlepas dari kemampuannya dalam menghadapi bencana. Pria bernama lengkap Suhendra ini telah dibekali sejumlah pelatihan saat ia bergabung menjadi relawan SIBAT tahun 2013 lalu.

"Saya bergabung dengan SIBAT setelah lulus SMA tahun 2013. Waktu itu ada kegiatan SIBAT di desa saya. Saya tertarik dengan kegiatan-kegiatannya. Maklum saya senang dengan kegiatan-kegiatan membantu orang," ingat Hendra. SIBAT adalah relawan di masyarakat yang diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) dan dilatih dengan sejumlah materi tanggap darurat bencana dan pengurangan risiko bencana. Di Lombok Timur terdapat 60 anggota SIBAT yang terdiri dari beberapa desa, termasuk Desa Belanting di Kecamatan Sambelia.

Sejak bergabung bersama SIBAT, putra pertama pasangan Suhaeimi dan Aerminah ini mengikuti berbagai aktivitas untuk mengurangi upaya pengurangan risiko.

"Waktu itu saya ikut simulasi penanggulangan bencana. Di sana saya belajar apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, seperti mengevakuasi masyarakat ke tempat yang aman,” kata Hendra yang hobi bermain musik.

Bekal ilmu tentang penanggulangan bencana dipraktekkan Hendra saat kejadian gempa yang terjadi pada Minggu itu. Hendra mengevakuasi warga yang terluka ke puskesmas terdekat di Desa Madayin. Kepanikan karena gempa dan tidak adanya koordinator SIBAT saat itu menjadi tantangan bagi Hendra dan rekan-rekannya saat bertugas.

“SIBAT di sini sedang tidak ada pimpinannya. Jadi segala sesuatu diselesaikan di lapangan. Mana yang bisa dikerjakan, kita kerjakan,” kata Hendra.

Beruntung Hendra dan SIBAT lainnya mendapat bantuan dari warga. Pagi itu mereka bergotong royong mengevakuasi masyarakat yang terluka.

“Banyak warga lain yang ikut membantu mengevakuasi warga. Semacam SIBAT dadakan,” katanya sambil tertawa. “Sambil menolong, belajar juga bagaimana cara mengangkat orang terluka dan membawa tandu,” tambahnya.

Tidak hanya membantu evakuasi masyarakat terdampak gempa, pria yang senang berorganisasi ini juga membantu di dapur umum. Selama tanggap darurat bencana gempa, Hendra dan anggota SIBAT lainnya memasak dan menyediakan makanan bagi masyarakat yang mengungsi akibat gempa.

“Kami dirikan dapur umum di Posko SIBAT di Belanting. Banyak bahan makanan yang kami dapat dari pihak donatur. Apa saja kami terima. Beras, mie, air, telur, minyak goreng,” kata Hendra.

Hingga saat ini wilayah Lombok masih digoyang gempa susulan. Dan hingga hari ini juga Hendra masih bekerja membantu masyarakat terdampak gempa di wilayah Lombok Timur. Menjadi SIBAT adalah cara baginya untuk menyalurkan hasrat dan jiwa sosialnya untuk membantu sesama.

Last modified onSelasa, 14 Agustus 2018 12:41

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

102767