Menu

 

A Member Of 

Ingin Melihat Dunia Di Usia Senja, Martha Jalani Operasi Featured

Martha Luhu, Warga Sabu Barat yang bertekad ingin melihat dunia di usia senjanya Martha Luhu, Warga Sabu Barat yang bertekad ingin melihat dunia di usia senjanya

Namanya Martha Luhu. Nenek berusia 72 tahun ini adalah pasien tertua yang mendapatkan operasi katarak gratis, yang diselenggarakan PMI dan ICRC di Sabu Raijua sejak Kemarin (11/5).

Datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabu Raijua bersama Leo, cucu kesayangannya, Martha mengaku sangat bahagia akan hadirnya dokter-dokter yang akan mengoperasi mata warga Sabu Raijua yang mengalami kebutaan akibat katarak.

“Bersyukur sekali ada dokter yang mau jauh-jauh datang ke sini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

RSUD Sabu belum memiliki dokter spesialis. Inilah yang menyebabkan pelayanan kesehatan pada rumah sakit tipe D milik pemerintah kabupaten Sabu Raijua belum maksimal.

Sejak 10 tahun silam, mata Martha tak mampu melihat jelas. Ia pun tak mengetahui apa yang menyebabkan kedua matanya tak dapat melihat indahnya dunia lagi.

“Gak tahu awalnya bagaimana. Tiba-tiba mata seperti berkabut. Dan lama-lama tidak bisa melihat jelas.” Lirihnya.

Saking tak ingin ketinggalan mengetahui perkembangan yang terjadi di negri seribu lontar itu, ia sering meminta Leo bercerita. Namun sayang, Leo tak dapat selalu menemani sang nenek terkasih. Cucu kesayangan Martha harus melancong menimba ilmu di kota pelajar. Martha terpaksa kembali hidup sendiri dikegelapan.

Tak patah semangat, Martha bertekad untuk menjalani operasi mata. Sedikit demi sedikit uang dia kumpulkan demi bisa melihat dunia kembali.

“Disini belum ada dokter mata. Jadi harus terbang ke Kupang untuk operasi. Dan itu butuh biaya besar. Namun, saya tetap bertekad harus dapat kembali melihat.” serunya. Akhirnya pada tahun 2017, Martha berhasil dioperasi di salah satu rumah sakit di Kupang.

Tak berhenti sampai disitu. Mengetahui ada operasi katarak gratis di wilayahnya, Wanita yang pernah aktif menjadi aktivis sosial ini mendaftarakan diri untuk dioperasi.

“Sempat tak yakin juga dokter memperbolehkan operasi atau tidak. Saya sudah tua. Banyak penyakit. Akhirnya coba tanya ke dokter. Dan ternyata dibolehkan.” Jelasnya.

“Saya bilang ke dokter, Saya ingin sekali dapat melihat dunia dengan jelas di masa tua saya.” Imbuhnya.

Sambil menanti giliran operasi, Martha pun bercerita kepada warga lainnya mengenai pengalamannya di operasi.

“Kalian gak perlu takut. Operasinya tidak sakit dan tidak lama kok. Kita harus bersyukur, ada dokter – dokter yang baik hati datang kesini membantu kita untuk bisa melihat. Daripada kita harus ke Kupang, manfaatkan kesempatan ini,” tuturnya penuh antusias saat meyakinkan warga lainnya yang juga hendak dioperasi.

“Bersyukur sekali.. Saya jadi dapat melihat Leo di wisuda akhir tahun ini,” Ujarnya penuh haru setelah perban dimatanya dibuka oleh dokter.

Kisah Martha memberi kita pelajaran mengenai indahnya bersyukur atas nikmat yang telah kita dapatkan. Kini diusia senjanya, Martha dapat menikmati keindahan dunia dengan kedua matanya.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi; Plt. Kepala Divisi Kesehatan dan Sosial, Eka Wulan Cahyasari, HP. 08176462902, atau Mahfud, Staf Divisi Kesehatan dan Sosial, HP. 08128338 9306

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

760750