Menu

 

A Member Of 

Sang Pahlawan Penebar Mangrove Featured

Baba Akong, sang penggiat alam yang menanam puluhan hektar mangrove di Sikka Baba Akong, sang penggiat alam yang menanam puluhan hektar mangrove di Sikka

“Bangsa yang besar, adalah bangsa yang selalu mengingat dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya..” – Bung Karno, 10 November 1945

Dahulu, kata ‘Pahlawan’ hanya digunakan dan disematkan kepada sosok yang telah berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk kemerdekaan Indonesia. Namun dewasa ini, kata ‘Pahlawan’ berubah menjadi lebih luas dan dapat disematkan kepada sosok yang mampu berkarya di segala bidang. Sosok ‘Pahlawan’ kali ini berangkat dari sebuah daerah bernama Ndete, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masyarakat yang tinggal di bumi Flores pesti mengingat peristiwa yang terjadi pada tanggal 12 Desember 1992. Sebuah gempa dimana para ahli memberikan predikat sebagai gempa tektonik dan menyebabkan air menggulung NTT kala itu. Ribuan orang kehilangan harta benda, sanak family bahkan nyawa. Bangunan yang berdiri kokoh pun rata dengan tanah. 

Peristiwa tersebut juga dialami oleh seorang bapak bernama Victor Emanuel Rayon dan isterinya.  Pria yang akrab di panggil Baba Akong ini mengingat kembali kejadian saat tsunami menerjang. Batu sebesar pondokan yang tersapu dalam air bah itu nyaris merenggut nyawanya dan keluarganya. Beruntungnya ada sejumlah pohon dihadapannya yang sanggup menahan batu raksaksa itu.

Bagi pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan di teluk Ndete-Magepanda-Sikka ini, kejadian tersebut mengandung makna tersendiri. Pohon-pohon yang menyelamatkan mereka dari guliran batu disaat tsunami, memberi pelajaran baginya untuk menanam pohon, khususnya pohon bakau.

Di tengah riuh-rendahnya tingkah laku manusia mengeksploitasi alam, baba Akong justru berusaha melestarikan lingkungan hidup. Belajar dari pengalaman bencana maha dahsyat itu, pria yang berparas oriental ini, berhasil merintis hutan bakau di sepanjang pantai Ndete seluas 23 hektare. Seakan tak kenal lelah, pria kelahiran Belu-Timor, 27 September 1947 ini masih berusaha menjaga kelestarian hutan bakau dengan menanam lagi ratusan ribu anakan bakau pada lahan yang masih kosong.

Dialah ‘Baba Akong’ sang pegiat lingkungan hidup yang menanam puluhan hektar Mangrove di Sikka. Sosoknya menyadarkan kita bahwa masyarakat seharusnya menjadi basis penanganan bencana. Pengalaman bencana juga dapat menjadi dasar untuk membangun kembali alam yang kian terkikis oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab. Olehkarenanya, Mari bersama kita lindungi alam!

Last modified onRabu, 11 November 2015 14:04

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

back to top

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

760744