Menu

 

A Member Of 

Perempuan Tangguh di Medan Bencana

Katanya, jadi relawan itu harus tangguh disetiap kondisi. Seakan tak peduli sedang musim panas atau musim hujan, apapun yang dilakukan demi kemanusiaan, tetap dilakoni. Seperti layaknya sahabat, terik sang mentari yang menyinari kota Palu pun, malah semakin membakar semangat salah satu relawan perempuan asal Kota Palu ini. Muthmainnah namanya.
 
Perempuan kelahiran 14 Agustus 1995 ini, bertugas siang malam untuk membantu warga Sulawesi Tengah yang terdampak Gempa Bumi, Tsunami dan khususnya yang terkena Likuifaksi di Balaroa agar bisa mendapatkan bantuan hunian darurat yang lebih bermartartabat.
 
“Akibat bencana ini semua warga kehilangan rumahnya. Mereka banyak yang tidur di luar, berlindung dengan terpal seadanya,” Ujar perempuan yang sering disapa Mute ini.
 
Seluruh kekuatan anggota TNI dikerahkan dalam mendirikan hunian darurat ini dibantu relawan PMI serta relawan gabungan lainnya, yang rencananya akan dibangun hunian darurat ini untuk penempatan 300 kepala Keluarga (KK) di lokasi Balaroa ini.
 
Read more...

Lezatnya Kue, Serunya Berkumpul

Wangi lezat tercium di tengah kerumunan warga perempuan yang tengah berkumpul di rumah kepala desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Minggu siang itu (14/10), sejumlah perempuan yang menamakan diri mereka Kelompok Kampung Kabe di Dusun Pedamekan tengah sibuk membuat adonan kue yang berbahan dasar tepung terigu. Sebagian ada yang membantu mencampur adonan dengan potongan buah pisang dan singkong sebagai bahan baku utama. 
 
“Pisang, singkong, dan tepung terigu ini hasil dari kebun kami,” kata Nursehan (45 tahun), ibu kepala desa.
 
Tidak kurang dari 20 warga perempuan itu duduk ngampar diatas terpal dengan dipayungi pohon. Mereka ditemani para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menuntun mereka membuat kue, lengkap dengan perangkat pembuat kue, seperti kompor, baskom, hingga wajan pemanggang kue.
Read more...

Berlindung Dibalik Kelambu

Hari menjelang sore saat Marwan (55 tahun) menerima Agil Bagus, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di kediamannya di Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Saat ditemui, pria dengan dua anak ini tengah berbicara dengan sang isteri, Rakhmah di depan rumahnya yang belum tergantikan karena hancur dilanda gempa Juli 2018 lalu.
 
Marwan tampak sehat setelah dua minggu lalu menderita penyakit malaria.
 
“Saya merasa enakan. Sehat rasanya,” katanya kepada Agil yang pada hari itu, Sabtu (13/10) kedapatan bertugas menemui sejumlah warga di Desa Bukit Tinggi. Sebelumnya Marwan harus berbaring sakit di rumahnya akibat gigitan nyamuk anopheles betina.  
“Malaria bikin saya tidak bisa beraktivitas. Waktu itu rasanya badan saya nyeri, menggigil, saya kedinginan, dan susah makan,” ingat pria yang bertahan hidup dengan membuat gula aren.
Read more...

Ingin Kembali Sekolah, Bocah Ini Surati Relawan PMI

Sudah sepekan lebih pasca bencana Gempa tsunami yang telah menerjang ke daratan indonesia di Sulawesi Tengah.Menyisakan cerita yanng mendalam khsusnya bagi warga yang terdampak.
 
Hampir semangat semua orang pun berkurang, pekerjaan terhenti dan aktifitas pendidikan formal pun seketika menghilang. Hanya ada tumpukan sisa-sisa reruntuhan, dan kuburan masal.
Read more...

Cerita Anak Pengungsi Lombok Sampaikan Pesan Melalui Miniatur Kendaraan

Bencana gempa bumi yang menimpa Lombok Nusa Tenggara Barat, negerinya seribu surau itu Telah membawa banyak cerita warga khususnya anak anak pengungsi para penyintas yang terdampak Gempa yang kondisinya masih mendiami Tenda -tenda pengungsian saat ini.

Seperti cerita yang dialami Muhammad Kasi Nata (10 tahun), warga Dusun dasan tereng Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara yang menyampaikan pesan ceritanya melalui miniatur mainan kendaraan truk dari toples bekas yang terinspirasi dari kendaraan tangki air PMI yang setiap harinya selalu terlihat oleh dia di lokasi pengungsian pada saat memberikan bantuan air bersih untuk kebutuhan di pengungsian.

Read more...

Tak Patah Semangat, Wir Bertekad Bangkit

Indonesia berduka disaat harusnya kita merayakan kemerdekaannya dengan penuh suka cita. Ya, duka yang datang dari negeri seribu surau ini, membuat perayaan tujuh belasan tak lagi semarak. Namun hal tersebut, tak membuat seorang pemuda asal desa Dangiang, Kecamatan Kayangan bernama Wir ini patah semangat.
 
“Pokoknya gak boleh patah semangat. Saya bertekad untuk kembali bangkit. Meski harus mulai dari awal lagi,” Begitu tegas pria yang memiliki nama lengkap Susilo Hadi Wirawan ini.
Read more...

Terketuk Palu Thor, Dokter Cantik PMI Ini Bantu Warga Lombok

"Menolong bagiku bukan hanya soal mengobati penyakit secara medis,  tapi juga dapat mengembalikan senyum di wajah para warga." Begitulah hal yang terpatri dalam benak dan hati dokter muda PMI, yang turut membantu memberikan pelayanan kesehatan bagi warga lombok yang terdampak gempa. Nadia Hasnanda namanya.

Gempa besar yang melanda Lombok, membuat hati dokter cantik PMI ini bak terketuk palu thor.

Read more...

Ketika Hewan Menjerit

Siapa mengira ternyata hewan dapat merasakan jika bencana datang. Inilah kisah pasangan Agus Sugeng (49 th) dan  Fitriani (33 th). Warga Dusun Timur Tengah, Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara ini teringat perilaku hewan-hewan peliharaannya sebelum gempa 7.0 SR mengguncang Lombok.
 
"Tiga hari sebelum gempa angsa-angsa kami berteriak terus. Berisik sekali. Saya kasih makan, tapi mereka tetap berteriak. Engga biasanya mereka begini," ingat Ibu satu anak ini.
Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

102767