Menu

 

A Member Of 

PMI Pulihkan Komunikasi TKI Yang Kehilangan Keluarga di Sulteng

Sebanyak 1.630 pelaporan kehilangan anggota keluarga tercatat oleh tim Pemulihan Hubungan Keluarga (Restoring Family Link/RFL) Palang Merah Indonesia (PMI) akibat bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah, 28 September lalu.
 
Koordinator Pendamping RFL Amrin Jamri mengatakan data yang diterima melalui pelaporan langsung dan website. "Ada 192 laporan dapat bertemu dan berkumpul lagi dengan keluarga, sedangkan 9 laporan telah mendapatkan kejelasan jenazahnya," ujar Amrin di Posko Garuda PMI, Palu.(9/11).
 
Read more...

Kesan Mendalam Korban Bencana Palu Donggala kepada Relawan PMI

Palu -  Bencana Alam Gempa bumi,  Tsunami dan Likuifaksi yang melanda Palu,  Donggala dan Sigi menyisakan kesedihan yang mendalam bagi anak anak.  Meski harus kehilangan semuanya termasuk rumah dan beberapa orang tercinta termasuk teman bermain,  mereka seakan tetap tegar di tenda tenda pengungsian. 
 
Irfan (7) salah satu dari anak anak yang tinggal di Shelter Balaroa mengaku sangat sedih,  namun dengan adanya Relawan PMI kesedihan itu perlahan terhapus dg candaan,  guyonan dan permainan yang setiap hari dilakukan. "kakak PMI gagah,  ganteng dan baik hati,  saya merasa senang dan gembira"  celotehnya.  
 
Tak hanya aneka permainan dan candaan,  di Balaroa,  Relawan PMI juga membangun wahana permanainan anak seperti ayunan dan lorong ban. 
 
Read more...

Kakak PMI Saya Ingin Bersekolah Lagi

LOMBOK BARAT - Kegetiran masih terasa oleh mayoritas warga terdampak bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada  Juli lalu. 
 
Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak pun ikut terdampak dahsyatnya bencana gempa bumi yang meluluh lantahkan puluhan ribu rumah sehingga masyarakat harus kehilangan tempat berteduh dari panasnya terik matahari dan dinginnya hujan.
 
Seperti anak penyandang disabilitas yang merupakan warga Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Adriansyah Putra (14) yang kerap dipanggil Iyan ini. 
 
Diraut wajah dan sorotan matanya, bocah yang putuh sekolah akibat mengalami kelumpuhan di bagian kedua kakinya tersebut masih terlihat rasa ketakutan dan trauma akibat gempa yang meratakan rumahnya. 
 
Read more...

8 Tahun Berpisah, Ilyas Mau Pulang

Menjadi tulang punggung keluarga bukanlah hal yang mudah. Pahit getirnya kehidupan pun harus ditelan demi mencukupi kebutuhan keluarga. Hal inilah yang dirasakan oleh Ilyas Bin Abdul Razak. Pria asal Morowali, Sulawesi Tengah ini memilih merantau ke Sabah, Malaysia menjadi seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Delapan tahun berada di negeri Jiran, nyatanya tak membuat perjalanan hidup Ilyas berlalu dengan mudahnya.

“Saat saya bekerja disana, saya kehilangan benda berharga milik saya, Handphone. Saya jadi tidak bisa menghubungi ibu saya. Apalagi kemarin, saat kejadian bencana. Cemas sekali dengan kabar keluarga disana. Tapi gak bisa menghubungi,” tutur Ilyas dengan raut wajah bersedih, saat kembali mengenang semua hal yang dilaluinya.

Baginya kehilangan sebuah handphone sangatlah menyksa batinnya. Bagaimana tidak, karena hanya dengan handphone itulah ia dapat menyampaikan berjuta rindu pada ibunda tercinta. Dan hanya dengan handphone itulah ia merasa dekat dengan kampungnya, meski berada di negeri orang. Kehilangan sebuah handphone bak kehilangan separuh jiwanya. Ilyas pun harus terus menjalani hidupnya meski kali ini terasa benar-benar dalam kesendirian.

Read more...

Perempuan Tangguh di Medan Bencana

Katanya, jadi relawan itu harus tangguh disetiap kondisi. Seakan tak peduli sedang musim panas atau musim hujan, apapun yang dilakukan demi kemanusiaan, tetap dilakoni. Seperti layaknya sahabat, terik sang mentari yang menyinari kota Palu pun, malah semakin membakar semangat salah satu relawan perempuan asal Kota Palu ini. Muthmainnah namanya.
 
Perempuan kelahiran 14 Agustus 1995 ini, bertugas siang malam untuk membantu warga Sulawesi Tengah yang terdampak Gempa Bumi, Tsunami dan khususnya yang terkena Likuifaksi di Balaroa agar bisa mendapatkan bantuan hunian darurat yang lebih bermartartabat.
 
“Akibat bencana ini semua warga kehilangan rumahnya. Mereka banyak yang tidur di luar, berlindung dengan terpal seadanya,” Ujar perempuan yang sering disapa Mute ini.
 
Seluruh kekuatan anggota TNI dikerahkan dalam mendirikan hunian darurat ini dibantu relawan PMI serta relawan gabungan lainnya, yang rencananya akan dibangun hunian darurat ini untuk penempatan 300 kepala Keluarga (KK) di lokasi Balaroa ini.
 
Read more...

Lezatnya Kue, Serunya Berkumpul

Wangi lezat tercium di tengah kerumunan warga perempuan yang tengah berkumpul di rumah kepala desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Minggu siang itu (14/10), sejumlah perempuan yang menamakan diri mereka Kelompok Kampung Kabe di Dusun Pedamekan tengah sibuk membuat adonan kue yang berbahan dasar tepung terigu. Sebagian ada yang membantu mencampur adonan dengan potongan buah pisang dan singkong sebagai bahan baku utama. 
 
“Pisang, singkong, dan tepung terigu ini hasil dari kebun kami,” kata Nursehan (45 tahun), ibu kepala desa.
 
Tidak kurang dari 20 warga perempuan itu duduk ngampar diatas terpal dengan dipayungi pohon. Mereka ditemani para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menuntun mereka membuat kue, lengkap dengan perangkat pembuat kue, seperti kompor, baskom, hingga wajan pemanggang kue.
Read more...

Berlindung Dibalik Kelambu

Hari menjelang sore saat Marwan (55 tahun) menerima Agil Bagus, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di kediamannya di Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Saat ditemui, pria dengan dua anak ini tengah berbicara dengan sang isteri, Rakhmah di depan rumahnya yang belum tergantikan karena hancur dilanda gempa Juli 2018 lalu.
 
Marwan tampak sehat setelah dua minggu lalu menderita penyakit malaria.
 
“Saya merasa enakan. Sehat rasanya,” katanya kepada Agil yang pada hari itu, Sabtu (13/10) kedapatan bertugas menemui sejumlah warga di Desa Bukit Tinggi. Sebelumnya Marwan harus berbaring sakit di rumahnya akibat gigitan nyamuk anopheles betina.  
“Malaria bikin saya tidak bisa beraktivitas. Waktu itu rasanya badan saya nyeri, menggigil, saya kedinginan, dan susah makan,” ingat pria yang bertahan hidup dengan membuat gula aren.
Read more...

Ingin Kembali Sekolah, Bocah Ini Surati Relawan PMI

Sudah sepekan lebih pasca bencana Gempa tsunami yang telah menerjang ke daratan indonesia di Sulawesi Tengah.Menyisakan cerita yanng mendalam khsusnya bagi warga yang terdampak.
 
Hampir semangat semua orang pun berkurang, pekerjaan terhenti dan aktifitas pendidikan formal pun seketika menghilang. Hanya ada tumpukan sisa-sisa reruntuhan, dan kuburan masal.
Read more...
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

113780