Menu

 

A Member Of 

Biro Humas PMI Pusat

Sebelum Berbelanja, Warga Pahami Penggunaan Kartu Beneficiaries

Satu persatu warga Dusun Temposodo berdatangan ke lapangan yang terletak di tengah dusun tersebut. Lapangan luas itu dipenuhi pohon cengkeh yang banyak tumbuh di salah satu dusun Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Herman, Kepala Dusun juga sudah berada di tempat. Maklum, pada Kamis siang itu (18/10) ia mengawal masyarakat Dusun Temposodo yang dijanjikan bertemu dengan para relawan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Hari ini kami akan dijelaskan mengenai penggunaan voucher belanja dari PMI,” ujar Herman.

Voucher atau yang dikenal sebagai kartu beneficiaries adalah bantuan PMI kepada masyarakat terdampak gempa Lombok yang merupakan bagian dari Program Transfer Tunai (PTT) atau Cash Transfer Program.

Cegah Wabah, PMI Lakukan Penyisiran Penyemprotan Disinfektan Pada Wilayah Terdampak di Palu

Tim Gabungan dari Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyemprotan disinfektan dibeberapa wilayah terdampak parah akibat gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, salahsatunya di wilayah Tepi pantai kayumalue kelurahan Panau, Tawaili dan wilayah dampak likuifaksi di Petobo Atas.
 
"Operasi penyisiran darat ini dilakukan dengan melakukan penyemprotan atau fogging cairan disinfektan, fokusnya salahsatunya pada wilayah terdampak parah akibat dampak gempa,tsunami dan Likuifaksi di Palu," kata salahsatu Relawan gabungan dari PMI Jakarta Pusat, Edo, Minggu (21/10).
 

Masuk Tahap Pemulihan, PMI Tetap Distribusikan Air

Tahap tanggap darurat penanganan bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah berakhir dan memasuki tahap pemulihan. Kendati demikian, warga Lombok masih membutuhkan distribusi bantuan. Salah satu kebutuhan yang hingga kini masih menjadi kebutuhan utama adalah Air.

Kamis lalu (18/10/2018), Tim Water and Sanitation Hygiene (Wash) PMI Kabupaten Lombok Timur mendistribusikan 10 unit tandon air di Dusun Darakunci, Sandongan, Koloh Sepang, Menanga Reak, Batu Sela, Kantor desa Darakunci dan Masjid dusun Sandongan Barat.

Gunakan Dokar, PMI Sumbawa Salurkan Bantuan Selimut Di Alas Barat

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa NTB melalui Posko PMI Kecamatan Alas Barat terus berkiprah dalam penanganan korban Gempa baik itu melalui sosial kemanusiaan maupun memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat korban gempa.

Eksistensi PMI Sumbawa yang di Ketuai Drs H Rasidi yang juga Sekda Sumbawa tidak mengenal kata lelah dalam menangani semua korban Gempa, hal ini terlihat dari bantuan-bantuan  yang diberikan secara suka rela baik itu bantuan peralatan Huntara, Bantuan sementara rumah ibadah hingga pemberian makanan dan selimut.

Perempuan Tangguh di Medan Bencana

Katanya, jadi relawan itu harus tangguh disetiap kondisi. Seakan tak peduli sedang musim panas atau musim hujan, apapun yang dilakukan demi kemanusiaan, tetap dilakoni. Seperti layaknya sahabat, terik sang mentari yang menyinari kota Palu pun, malah semakin membakar semangat salah satu relawan perempuan asal Kota Palu ini. Muthmainnah namanya.
 
Perempuan kelahiran 14 Agustus 1995 ini, bertugas siang malam untuk membantu warga Sulawesi Tengah yang terdampak Gempa Bumi, Tsunami dan khususnya yang terkena Likuifaksi di Balaroa agar bisa mendapatkan bantuan hunian darurat yang lebih bermartartabat.
 
“Akibat bencana ini semua warga kehilangan rumahnya. Mereka banyak yang tidur di luar, berlindung dengan terpal seadanya,” Ujar perempuan yang sering disapa Mute ini.
 
Seluruh kekuatan anggota TNI dikerahkan dalam mendirikan hunian darurat ini dibantu relawan PMI serta relawan gabungan lainnya, yang rencananya akan dibangun hunian darurat ini untuk penempatan 300 kepala Keluarga (KK) di lokasi Balaroa ini.
 

PMI Bangun Klinik Lapangan dilokasi Gempa dan tsunami di Sulteng

Palang Merah Indonesia (PMI) membangun Klinik Lapangan untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi dilokasi yang terkena dampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.
 
Salah satu titik lokasinya berada di wilayah yang terdampak cukup parah Dan merupakan daerah episenter gempa yaitu di desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Pantai Barat Kabupaten Donggala. 
 
Dilokasi ini, dilaporkan sejumlah fasilitas kesehatan rusak dan tidak berpungsi lagi, salahsatunya pelayanan Pusat kesehatan Masyarkat (Puskesmas) Tompe yang terkena dampak dan mengalami kerusakan cukup parah.
 

Lezatnya Kue, Serunya Berkumpul

Wangi lezat tercium di tengah kerumunan warga perempuan yang tengah berkumpul di rumah kepala desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Minggu siang itu (14/10), sejumlah perempuan yang menamakan diri mereka Kelompok Kampung Kabe di Dusun Pedamekan tengah sibuk membuat adonan kue yang berbahan dasar tepung terigu. Sebagian ada yang membantu mencampur adonan dengan potongan buah pisang dan singkong sebagai bahan baku utama. 
 
“Pisang, singkong, dan tepung terigu ini hasil dari kebun kami,” kata Nursehan (45 tahun), ibu kepala desa.
 
Tidak kurang dari 20 warga perempuan itu duduk ngampar diatas terpal dengan dipayungi pohon. Mereka ditemani para relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang menuntun mereka membuat kue, lengkap dengan perangkat pembuat kue, seperti kompor, baskom, hingga wajan pemanggang kue.

Berlindung Dibalik Kelambu

Hari menjelang sore saat Marwan (55 tahun) menerima Agil Bagus, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) di kediamannya di Dusun Batu Kemalik, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Saat ditemui, pria dengan dua anak ini tengah berbicara dengan sang isteri, Rakhmah di depan rumahnya yang belum tergantikan karena hancur dilanda gempa Juli 2018 lalu.
 
Marwan tampak sehat setelah dua minggu lalu menderita penyakit malaria.
 
“Saya merasa enakan. Sehat rasanya,” katanya kepada Agil yang pada hari itu, Sabtu (13/10) kedapatan bertugas menemui sejumlah warga di Desa Bukit Tinggi. Sebelumnya Marwan harus berbaring sakit di rumahnya akibat gigitan nyamuk anopheles betina.  
“Malaria bikin saya tidak bisa beraktivitas. Waktu itu rasanya badan saya nyeri, menggigil, saya kedinginan, dan susah makan,” ingat pria yang bertahan hidup dengan membuat gula aren.

Ingin Kembali Sekolah, Bocah Ini Surati Relawan PMI

Sudah sepekan lebih pasca bencana Gempa tsunami yang telah menerjang ke daratan indonesia di Sulawesi Tengah.Menyisakan cerita yanng mendalam khsusnya bagi warga yang terdampak.
 
Hampir semangat semua orang pun berkurang, pekerjaan terhenti dan aktifitas pendidikan formal pun seketika menghilang. Hanya ada tumpukan sisa-sisa reruntuhan, dan kuburan masal.

PT KAI Donasikan Rp 32 Juta Melalui PMI Jateng

Sebagai aksi nyata dalam menunjukan kepedulian dampak bencana gempa di Donggala dan Palu, jajaran pegawai PT KAI Daop 4 Semarang secara sukarela dan mandiri, melaksanakan kegiatan pengumpulan dana berupa uang dan barang - barang bekas layak pakai. Aksi sosial penggalangan dana dilakukan di Stasiun Semarang Poncol dan Semarang Tawang dengan orasi ajakan peduli korban gempa, pembacaan puisi, dan kegiatan mewarnai gambar oleh anak-anak TK YWKA II Tawang Sari.
 
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto, menjelaskan dengan aksi ini bisa mengugah kepedulian dari masyarakat terutama para penumpang kereta api di Stasiun Semarang Tawang yang setiap harinya berjumlah berkisar 5.000 s/d 7.000 penumpang, dan di Semarang Poncol yang jumlahnya berkisar 6.000 s/d 8.000 penumpang per harinya. “Pada kesempatan ini, terkumpul uang sebesar Rp 32.580.000 bagi korban gempa di Palu dan Donggala,” jelasnya di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (11/10). 
Subscribe to this RSS feed

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

102782