Menu

 

A Member Of 

Kerangka Akses yang Lebih Aman

  • Dilihat: 22392

Indeks Artikel

Pendahuluan

Kerangka Akses yang lebih Aman atau Safer Access Framework (SAF) yang lebih dikenal dengan Panduan Keselamatan pertama kali dikembangkan oleh ICRC pada tahun 2002-2003 setelah berkonsultasi dengan Perhimpunan-perhimpunan Nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dan IFRC dalam menjamin relevansi berkelanjutan SAF dengan berbagai lingkungan operasional dewasa ini, dalam hal:

(1)    Meningkatkan kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan dari lebih banyak orang; mencegah, mengurangi dan menghindari insiden keamanan yang membahayakan staf dan relawan mereka;

(2)    Lebih baik dalam mengatasi berbagai tantangan lingkungan kemanusiaan yang rumit dan terus berkembang dewasa ini;

(3)    Melaksanakan mandat dan peran mereka dalam konteks sensitif dan tidak aman;

(4)    Mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur untuk meningkatkan keamanan dan akses.

SAF adalah serangkaian tindakan dan langkah yang dapat ditempuh oleh suatu Perhimpunan Nasional untuk mempersiapkan dan merespon tantangan pada konteks/situasi tertentu, untuk mengurangi dan meringankan risiko yang mungkin dihadapi dalam konteks sensitif dan tidak aman, dan untuk membantu meraih kepercayaan dan penerimaan dari orang-orang dan masyarakat yang memiliki kebutuhan kemanusiaan, serta pihak yang mengendalikan atau mempengaruhi akses kepada mereka.

Tujuan

Membantu Perhimpunan Nasional meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan mereka agar bisa merespon secara aman dan efektif kebutuhan kemanusiaan dalam lingkungan atau situasi yang sensitif dan tidak aman, termasuk konflik bersenjata dan gangguan dan ketegangan dalam negeri.

Sasaran

Organiasi dan Komponen PMI secara tersetruktur.

Rujukan

(1)    UU No. 1 Tahun 2018 Tentang Kepalangmerahan

(2)    PP No.7 Tahun 2019 Tentang Kepalangmerahan

(3)    AD/ART PMI Tahun 2018

(4)    PO Kode Perilaku

(5)    Buku Saku Daftar Tilik Panduan Keselamatan dan Keamanan Bagi Komponen PMI yang bertugas

 


Kerangka Akses yang Lebih Aman dalam Penanggulangan Bencana 

Melalui 8 Elemen SAF, masing-masing mengelompokkan sejumlah tindakan dan langkah yang, pada saat dilakukan, telah terbukti membantu Perhimpunan Nasional meningkatkan penerimaan, keamanan dan akses mereka kepada orang-orang dan masyarakat yang memiliki kebutuhan kemanusiaan dalam konteks sensitif dan tidak aman.

Kedelapan elemen ini meliputi :

(1) Asesmen konteks dan risiko

PMI memiliki pemahaman yang jelas tentang aspek politik, sosial, budaya dan ekonomi yang saling terkait dari lingkungan operasional yang terus berkembang dan risiko-risiko yang melekat, yang menjadi dasar untuk mencegah dan mengelola risiko-risiko tersebut.

 

(2) Landasan hukum dan kebijakan

 

PMI memiliki instrumen hukum dan perundang-undangan yang kuat dan mengembangkan kebijakan yang menjadi dasar untuk menjalankan mandat dan peran kemanusiaan mereka sesuai dengan kebijakan Gerakan, hukum perikemanusiaan internasional dan hukum nasional/domestik.

 

(3)    Penerimaan terhadap organisasi

 

PMI telah meraih tingkat penerimaan yang tinggi di kalangan pemangku kepentingan utama dengan cara memberikan bantuan kemanusiaan yang relevan dan peka terhadap konteks/lingkungan serta perlindungan bagi orang-orang dan masyarakat dengan cara yang sesuai dengan Prinsip-prinsip Dasar dan kebijakan Gerakan lainnya.

 

(4)      Penerimaan terhadap individu

 

Staf dan relawan telah meraih penerimaan yang tinggi di kalangan pemangku kepentingan utama dengan cara bekerja sesuai dengan Prinsip-prinsip Dasar dan kebijakan Gerakan lainnya.

 

(5)      Identifikasi Perhimpunan Nasional menempuh semua langkah yang diperlukan untuk melindungi dan mempromosikan identitas visual organisasi, staf dan relawan.

 

(6)      Komunikasi dan koordinasi internal

 

PMI mengimplementasikan strategi dan mekanisme komunikasi dan koordinasi internal yang dikembangkan dengan baik, yang memperkokoh koordinasi dengan komponen-komponen Gerakan lainnya.

 

(7)      Komunikasi dan koordinasi eksternal

 

PMI mengimplementasikan strategi dan mekanisme komunikasi dan koordinasi eksternal yang dikembangkan dengan baik, yang memperkuat koordinasi dengan aktor-aktor eksternal

 

(8)      Manajemen risiko keamanan operasional

 

PMI mengemban tanggung jawab dan akuntabilitas atas keselamatan dan keamanan staf dan relawan dengan mengembangkan dan mengimplementasikan struktur dan sistem manajemen risiko keamanan operasional.

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96 Jakarta - Indonesia  Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi.or.id,  Laman: www.pmi.or.id

Jumlah Pengunjung

176572