Menu

 

A Member Of 

Lambang - Penggunaan Lambang

  • Dilihat: 52168

Indeks Artikel

Penggunaan Lambang

Lambang Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Kristal Merah mempunyai dua tujuan. Mereka dapat dipakai sebagai:

Penggunaan Lambang Sebagai Tanda Perlindungan


Pada masa konflik bersenjat
a, lambang-lambang tersebut merupakan tanda yang terlihat mengenai perlindungan yang diberikan oleh Konvensi-konvensi Jenewa dan Protokol-protokol Tambahannya kepada pekerja pertolongan dan kepada personil, sarana, dan transportasi medis. Sebagai tanda pelindung, lambang-lambang tersebut harus berukuran sebesar mungkin dan harus dipajang tanpa tambahan informasi apa-apa.

Pada masa konflik bersenjata:

  • Personil dinas medis dan personil keagamaan dari angkatan bersenjata,
  • Personil medis dan unit serta alat transportasi medis dari Perhimpunan Nasional yang diperbantukan pada dinas medis angkatan bersenjata dan tunduk pada hukum dan peraturan militer
  • Dengan izin tertulis dari pemerintah dan dengan pengawasan pemerintah: rumah sakit sipil, semua unit medis sipil, dan perjimpunan-perhimpunan bantuan serta sarana-sarana medis sukarela lainnya, staf mereka, dan alat transportasi yang ditugasi untuk merawat dan mengangkut korban luka, korban sakit, dan korban karam.

Pada masa damai:

  • Personil dinas medis dan personil keagamaan angkatan bersenjata
  • Sarana dan alat transportasi medis Perhimpunan Nasional yang difungsikan sebagai sasrana dan alat transportasi medis pada masa konflik bersenjata, dengan persetujuan dari pihak berwenang.

ICRC dan IFRC boleh menggunakan lambang ini (Palang Merah, Bulan Sabit Merah, dan Kristal Merah) di setiap saat (pada masa damai maupun pada masa konflik bersenjata), tanpa pembatasan.

Protokol Tambahan III menetapkan bahwa demi meningkatkan perlindungan, personil dinas medis dan personil keagamaan angkatan bersenjata boleh menggunakan penggunaan sementara waktu atas lambang yang mana saja dari lambang-lambang yang telah diakui, dengan cara yang tidak merugikan lambang yang selama ini telah mereka pakai.

ICRC, IFRC, dan personil mereka yang telah memperoleh izin secara semestinya harus tetap memakai nama dan lambang yang selama ini mereka pakai. Namun, dalam keadaan pengecualian/luar biasa dan untuk memperlancar kegiatan mereka, mereka boleh menggunakan Kristal Merah.

Penggunaan Lambang Sebagai Tanda Pengenal

Sebagai tanda pengenal, lambang-lambang tersebut menunjukkan bahwa orang atau objek yang mengenakannya ada kaitannya dengan Gerakan. Dalam hal ini, lambang-lambang tersebut harus diberi tambahan informasi (misalnya nama atau inisial Perhimpunan Nasional yang bersangkutan). Lambang-lambang tersebut harus berukuran kecil dan tidak boleh dikenakan pada ban lengan atau dipajang pada atap gedung, supaya tidak dirancukan dengan lambang yang digunakan sebagai tanda pelindung.

Pada masa konflik bersenjata:

  • Perhimpunan Nasional
  • IFRC
  • ICRC

Pada masa damai:

  • Badan-badan, individu-individu, dan objek-objek yang ada kaitannya dengan salah satu komponen Gerakan (yaitu Perhimpunan Nasional, ICRC, dan IFRC)
  • Ambulans dan posko pertolongan pertama yang berfungsi semata-mata untuk menyediakan perawatan gratis bagi korban luka dan korban sakit dalam situasi pengecualian/luar biasa, sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional dan dengan izin tertulis dari Perhimpunan Nasional.

Sesuai dengan peraturan perundangan-undangan nasional, Perhimpunan Nasional boleh menggunakan salah satu dari lambang-lambang tersebut, baik di wilayah negaranya sendiri maupun di luar negeri. Perhimpunan Nasional yang menggunakan lambang palang merah atau bulan sabit merah sebagai tanda pengenalnya, boleh melakukan penggunaan sementara waktu atas lambang Kristal merah sebagai tanda pengenal dalam situasi luar biasa demi memperlancar kegiatan-kegiatannya, baik di wilayah negaranya sendiri maupun di luar negeri.

Perhimpunan Nasional yang memilih mengadopsi Kristal merah sebagai tanda pengenalnya boleh mengintegrasikan ke dalam lambang ini sebuah tanda pembeda lainnya yang sebelum pengadopsian Protokol Tambahan III telah mereka pakai dan telah mereka komunikasikan kepada negara-negara peserta Konvensi-konvensi Jenewa lainnya serta kepada ICRC.

Markas Pusat Palang Merah Indonesia

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96,  Jakarta 12790 - Indonesia

Telp. +62 021 7992325 Faks. +62 021 7995188  Email: pmi@pmi.or.id